Teh Celup Bekas, Dijadikan Bahan Pewarna Tekstil

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan penggunaan serat dan pewarnaan alami dari tumbuh-tumbuhan alam sekitar untuk memajukan industri tekstil khususnya di dalam sektor fashion.

Selain itu, Euis juga mengatakan pihaknya akan memanfaatkan limbah teh celup untuk didaur ulang menjadi zat atau bahan pewarna tekstil.

Dalam obrolan denga tubasmedia.com di ruang kerjanya kemarin, Euis mengatakan teh celup bekas pakai ternyata sangat bagus untuk dijadikan bahan pewarna tekstil dan untuk mendukung rencana tersebut, Ditjen IKM telah menjalin kontak dengan sejumlah pabrikan teh celup.

‘’Kalau rencana ini terwujud, banyak keuntungan yang bisa kita rasakan, yakni pemanfaatan limbah sekaligus mengurangi devisa memngimpor bahan pewarna tekstil,’’ katanya.

Euis menambahkan, pewarnaan alami tekstil Indonesia harus terus dikembangkan, diteliti dan dibuatkan standarisasi sebuah industry dan ini sebenarnya menjadi tugas Litbang Kemenperin.

Diakui bahwa penggunaan pewarnaan alami saat ini sangat tinggi. Bahkan, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea sudah melirik ini sebagai pasar potensial dikemudian hari.

“Jangan sampai kita ketinggalan, penguna warna sintetis saja sekarang maunya warna alami. Itu yang akan kita kembangkan untuk menambah nilai produk fashion kita dalam waktu dekat,” kata Euis.

Sementara itu di tempat terpisah, Sesditjen IKM, Busharmaidi mengatakan bahwa berbagai macam tanaman di sekitar rumah penduduk dan di hutan seperti nila, mengkudu, kunyit, asam, sampai pohon bakau ditambah pewarna alami dari biota laut, yakni berbagai macam teripang dan cumi-cumi, sebenarnya bisa diolah menjadi bahan pewarna alami. (sabar)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar