Teka-teki Silang Penanganan Korupsi

Oleh: Fauzi Aziz

ilustrasi

ilustrasi

DI NEGERI ini terjadi banyak dugaan korupsi, narkoba, dan terorisme. Ketiganya adalah peristiwa kehidupan yang amat memilukan. Negeri ini sudah merdeka, tetapi tak pandai mensyukuri makna kemerdekaan itu.

Merdeka oleh secuil orang telah dimanfaatkan dengan cara yang salah, antara lain, mengutil, merampok harta negara, atau mengorupsi uang rakyat. Kapan negeri ini akan merdeka dari perilaku korupsi kita tidak tahu karena para pelakunya keasyikan lagi menikmati kemerdekaan berkorupsi.

Gaya koruptor di negeri ini macam-macam.Tapi, sikap mereka yang dominan adalah semua ramah-tamah dan murah senyum. Katanya, perilaku korupsinya sistemik.Tidak ada istilah aktornya tunggal. Praktiknya “berkelompok”. Asasnya kebersamaan dan tahu sama tahu. Namun, ketika salah satu tersangka tertangkap tangan sebenarnya merupakan langkah awal untuk menemukan siapa aktor lainnya yang patut diduga menjadi pelaku korupsi.

Aparat penegak hukum dalam melakukan penyelidikan ibarat sedang mengisi teka-teki silang. Artinya, begitu menjawab satu pertanyaan dalam kotak yang panjang, maka akan mendapatkan petunjuk jawaban pertanyaan pada kotak berikutnya, baik yang menurun maupun mendatar.

Kasus suap di SKK Migas, penyidik KPK ibarat sedang mengisi teka-teki silang untuk meruntut apakah akan menemukan jawaban yang bersifat menurun dan mendatar dan akhirnya bisa membongkar kotak pandora kasus korupsi di sektor migas dengan hasil akhir seluruh kotak TTS-nya terisi penuh.

Rudi Rubiandini adalah sebuah jawaban atas pertanyaan kotak pertama yang diisi. Semoga saja KPK bisa dengan mudah bisa memberikan/menemukan jawaban atas kotak yang lain, baik mendatar maupun menurun. Kita dorong dan kita dukung KPK agar bisa menemukan seluruh jawaban teka-teki silang kasus korupsi di sektor migas dan di sektor lain yang menjadi fokus.

Kita tidak berharap kalau KPK sebenarnya sudah bisa menjawab seluruh kotak, tapi tangannya berat untuk mengisi jawaban di masing-masing kotak, sehingga dibiarkan tidak terisi. Berat karena tekanan penguasa atau diancam secara fisik dan sebagainya. Sebagai bangsa kita berharap agar bangsa ini selamat mengarungi samudera kehidupan yang bersih dan bebas korupsi, karena korupsi bisa membangkrutkan sebuah negara.

Oleh karena itu, teka-teki silang dalam penanganan kasus korupsi dan kejahatan kemanusiaan yang lain harus ditangani tuntas sampai ke akarnya. Menjawab teka-teki silangnya jangan hanya iseng-iseng untuk ngencerin otak, dan hanya sekadar menjawab pertanyaan. Yang penting, harus bisa menjawab masalah korupsi dan menindaknya sesuai proses hukum.

Bangsa ini sepakat untuk tidak akan saling mengintervensi antara pemegang kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Maka, jangan cederai sistem trias politika yang sudah kita bangun agar sistem ketatanegaraan dapat berjalan di atas relnya, penuh tanggung jawab.

Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan agar benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, termasuk berwawasan bersih lingkungan dari kejahatan korupsi. Kalimat jangan ada intervensi jangan hanya menjadi lips service, tapi harus benar-benar menjadi tindakan nyata untuk tidak saling mengintervensi di antara para penyelenggara negara dalam penangan kasus korupsi.

Negara ini sehat, tapi penyakitan, antara lain, virus korupsinya menyebar ke mana-mana.Teka-teki silang dalam penangan korupsi harus bisa dibuktikan bahwa hasilnya maksimal dan bersifat substansial agar kepercayaan publik menjadi pulih, karena memang tidak sedang iseng-iseng dalam memberantas korupsi di negeri. Save our nation, ya, Tuhan, dan bebaskan negeri ini dari segala bentuk perbuatan kezaliman dan keangkaramurkaan. ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar