Telkom Menata Portfolio Infrastruktur Telekomunikasi

Laporan : Redaksi

ilustrasi

BANDUNG, (TubasMedia.Com) – Pertumbuhan Telkom Group dalam satu tahun terakhir ini telah mencatatkan double digit dengan market kapitalisasi tumbuh mencapai kisaran 70%. Pertumbuhan ini masih dominan ditopang pada pertumbuhan bisnis organik.

Dalam upaya mempertahankan Competitive Sustainability Growth guna menjaga dan meningkatkan pertumbuhan, Telkom melakukan penataan portofolio bisnisnya dengan mengacu pada model holding company dalam rangka mewujudkan visinyasebagai Leading TIMES (Telecommunication Information, Media, Edutainment and Services)Provider in The Region.“Telkom saat ini tengah melakukan penataan portofolio bisnisnya dalam upaya mempertahankan double digit growth”, ujar Arif Prabowo, OVP Public Relations Telkom.

Penataan portofolio bisnis ini salah satunya adalah melalui penataan portofolio infrastruktur telekomunikasi sebagai penopang utama portofolio produk/layanan, di antaranya dengan pembentukan PT Telkom Akses untuk mengelola jaringan akses, Divisi Infratel untuk pengelolaan backbone, Divisi Broadband untuk Fixed Broadband, Divisi Wibro untuk mengelola Wireless Broadband serta pengelolaan bisnis tower oleh PT Dayamitra atau dikenal dengan Mitratel.

Bisnis tower sebagai salah satu bagian dari portofolio infrastruktur telekomunikasi secara natural merupakan wholesalebisnis Telkom dimana pelanggannya adalah operator seluler yang menjadi subjek dari supporting facility sharing telecommunication.

Berdasarkan hasil benchmark terhadap beberapa operator telekomunikasi dunia, untuk pengelolaan portofolio bisnis tower umumnya dilakukan upaya un-locking value.

Upaya un-locking value ini merupakan upaya untuk memperoleh peningkatan nilai dari aset dan bisnis tower yang dimiliki oleh operator telekomunikasi. Untuk meningkatkan nilai dari aset dan bisnis tower, salah satu opsi paling umum yang banyak dilakukan oleh operator telekomunikasi di seluruh dunia adalah dengan memisahkan dan menjadikannya sebagai suatu perusahaan terbuka (public listed company). “Penataan aset dan bisnis tower Telkom mengarah padapublic listed company”, demikian jelas Arif. (iwan p)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.