Teman Sekantor Gayus Dihukum Dua Tahun Penjara

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding dan tetap menghukum 2 tahun penjara untuk Humala Napitupulu terpidana mafia pajak. Terhadap putusan ini, pihak Humala langsung menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Putusan itu tidak fair karena klien saya bukan mafia dan tidak tahu apa yang dilakukan Gayus Tambunan,” ujar Jhonson Panjaitan saat dimintai tanggapan oleh wartawan terkait putusan ini melalui telepon, Kamis (30/6).

Jhonson menilai putusan PT DKI tersebut tidak adil bagi kliennya. Oleh karena itu, Jhonson dengan tegas langsung menyatakan kasasi, meskipun pihaknya belum mengetahui isi atau amar putusan tersebut dan belum menerima salinan putusan tersebut.

“Pasti akan mengajukan kasasi. Karena klien saya tidak salah. Karena PT (Pengadilan Tinggi-red) tidak teliti memeriksa itu (banding-red),” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Noor Rachmad mengaku pihaknya belum menentukan sikap atas putusan PT DKI ini. Pasalnya, Kejagung belum menerima salinan putusan resmi dari PT.

“Humala itu infonya sudah putus di Pengadilan Tinggi, tetapi pemberitahuan secara resmi belum kami terima, sehingga belum bisa mengambil sikap,” ujar Noor kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (30/6).

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding yang diajukan jaksa maupun terdakwa kasus mafia pajak Humala Napitupulu atas vonis 2 tahun dari PN Jaksel. Dengan demikian, rekan kerja Gayus Tambunan ini tetap dihukum 2 tahun penjara.

“Putusan dibacakan tanggal 16 Juni 2011, intinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jadi hukumannya sama (seperti putusan PN Jaksel-red), 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujar Juru Bicara Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Ahmad Sobari, Kamis (30/6).

Pada 21 Februari lalu, Humala Napitupulu divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Jaksel. Humala yang sekantor dengan Gayus di bagian Penelaah Direktorat Keberatan dan Banding, Dirjen Pajak itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi yaitu memperkaya diri sendiri senilai Rp 570 juta.

Atas putusan ini, Humala langsung menyatakan banding dalam persidangan. Sedangkan jaksa juga ikut mengajukan banding karena merasa putusan ini lebih ringan dari tuntutan 4 tahun penjara. (audy)

Berita Terkait

Komentar

Komentar