Tenaga Kerja Indonesia yang Kompeten Sesuai Kebutuhan Industri, Belum Tersedia

3-jpg2

LULUSAN TERBAIK – Sekjen Kementerian Perindustrian, Syarif Hidayat disaksikan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Industri Kemenperin, Mudjiyono menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada siswa lulusan terbaik. –tubasmedia.com/sabar hutasoit

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengembangan pendidikan vokasional yang berbasis kompetensi saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk menyiapkan tenaga-tenaga kerja industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal itu dikatakan Sekjen Kementerian Perindustrian, Syarif Hidayat pada acara wisuda 556 lulusan Politeknik APP Jakarta di Jakarta, Kamis.

Ditegaskan oleh Syarif , untuk mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan, UU No 3/ 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan perlunya pembangunan tenaga kerja industri yang kompeten sebagai faktor input dalam pembangunan industri.

Langkah-langkah pembangunan tenaga kerja industri kompeten, katanya diatur dan dijelaskan dalam PP No 14/ 2015, antara lain melalui: pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, pelatihan industri berbasis kompetensi, pemagangan industri dan sertifikasi kompetensi.

Hal ini kata Syarif sejalan dengan salah satu hasil kunjungan Presiden RI ke Jerman pada bulan April lalu, bahwa Pemerintah telah menetapkan arah pengembangan pendidikan vokasi Indonesia dengan mengadopsi konsep pendidikan dual system dari Jerman, yaitu: program studi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri, kurikulum pendidikan mengacu pada standar kompetensi dan disusun bersama dengan industri.

Pembelajaran menggunakan sistem blok waktu dengan memperbanyak pembelajaran praktek dengan komposisi mencapai 70% dari kurikulum dan bekerjasama dengan industri untuk pelaksanaan magang siswa pada perusahaan industri.

Di bagian lain sambutannya disebutkan pendidikan vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, baik pada jenjang SMK maupun Politeknik, saat ini telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi secara nasional karena telah berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi serta link and match dengan dunia usaha industri.

‘’Untuk itu, saya minta para pimpinan unit pendidikan Kemenperin beserta para dosen dan pegawai agar semakin memacu kinerjanya untuk mencapai visi dan misi sebagai role model pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang menghasilkan tenaga kerja industri yang kompeten dan berdaya saing”. katanya.

Penyiapan tenaga kerja industri yang kompeten menurut Syarif sangat urgent saat ini mengingat telah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang salah satunya menyepakati arus bebas tenaga kerja terampil (free flow of skilled labor) diantara negara-negara ASEAN.

Tidak hanya itu, beberapa investasi asing di Indonesia juga telah membawa tenaga-tenaga kerja asing untuk bekerja di dalam nageri dengan alasan belum tersedianya tenaga kerja Indonesia yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian sangat mendorong langkah-langkah penyiapan tenaga kerja industri melalui pengembangan pendidikan vokasi industri dan pelatihan industri berbasis kompetensi yang menghasilkan calon-calon tenaga kerja kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

‘’Dengan demikian diharapkan peluang kerja di dalam negeri sepenuhnya diisi oleh tenaga kerja Indonesia, bahkan diharapkan dapat mengisi pasar kerja di luar negeri,’’ tambahnya.(sabar)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar