Tidak Benar, SBY Akan Dimakzulkan

Laporan: Redaksi

SBY

SBY

DEPOK, (Tubas) – Isu pemakzulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berkembang dalam Rakernas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, 24 juli hingga 28 Juli 2011, ditegaskan Akbar Nikmatullah Abdul Hamied, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sebagai tidak benar.

“Tidak ada agenda untuk melengserkan SBY dan Boediono. Pada acara itu ditekankan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah SBY-Boediono selama dua tahun terakhir dari sejumlah aspek dan masih jauh sekali untuk ke arah sana,” katanya ketika dihubungi tubasmedia.com di Kampus UI Depok, pekan lalu.

Rakernas yang digelar selama empat hari itu menghasilkan sebuah deklarasi Siliwangi yang menyangkut empat bidang yang paling krusial di negeri ini yaitu ekonomi, hukum, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah dinilai telah gagal dalam mewujudkan kesejahteraan umum, memberikan perlindungan kepada tumpah darah Indonesia, mewujudkan pendidikan yang terjangkau, berkualitas dan merata demi mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi.

Dalam aspek ekonomi, Akbar menambahkan angka kemiskinan yang tercatat di BPS tidak layak untuk dijadikan parameter, kalau pun hal tersebut layak, treatment pemerintahan melalui jaring pengaman sosialnya tidak berjalan efektif. Itu artinya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 % belum bisa dikatakan berkualitas karena belum mampu menyerap tenaga kerja di mana di Indonesia sendiri mengalami deindustrialisasi. (dini)

Berita Terkait

Komentar

Komentar