Tiga dari Enam Isu Utama dalam TIIWG, akan Dibahas Pada Pertemuan Pertama TIIWG G20 di Kota Solo

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Perhelatan pertemuan pertama TIIWG G20 akan diselenggarakan, Selasa, 29 Maret 2022 di Solo. Sebanyak 41 delegasi dari negara-negara anggota G20 serta organisasi-organisasi internasional dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Para delegasi akan bersidang membahas isu-isu prioritas TIIWG G20 serta mengikuti sejumlah agenda budaya yang telah dipersiapkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai penyelenggara.

Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas tiga dari enam isu utama dalam TIIWG, yakni Peran Sistem Perdagangan Multilateral untuk akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), perdagangan digital dan rantai nilai global berkelanjutan (Sustainable Global Value Chain/GVCs) yang berkelanjutan, serta industrialisasi inklusif yang berkelanjutan melalui Industri 4.0.

‘’Masing-masing isu akan dipresentasikan oleh organisasi internasional terkait, dilanjutkan diskusi oleh para delegasi. Sesuai arahan Presiden, diharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan deliverables yang konkret,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Senin (28/3).

Kerja sama dalam akselerasi penerapan industri 4.0 antara negara-negara anggota G20 merupakan target yang ingin dicapai dalam TIIWG 2022. Hal ini mengingat potensi yang dapat dioptimalkan oleh sektor industri dengan implementasi industri 4.0, seperti meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya yang tersedia di dunia.

“Dialog antara para anggota G20 mengenai implementasi industri 4.0 akan memberikan peluang kepada masing-masing negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tujuan SDGs,” papar Eko.

Selain bersidang, para delegasi juga akan mengunjungi museum di lingkungan De Tjolomadoe, dilanjutkan makan malam pembukaan di lokasi yang sama.

“De Tjolomadoe merupakan bekas pabrik gula yang dibangun oleh Mangkunegoro IV dan merupakan pabrik gula terbesar di dunia saat itu,” ujar Eko.

Para delegasi juga diajak untuk menikmati keindahan Kota Solo yang terawat budayanya dalam Solo City Tour dengan menggunakan kereta uap Jaladara.

“Kemenperin sebagai penyelenggara juga berharap agar pertemuan pertama TIIWG G20 di Solo dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat setempat,” Dirjen KPAII menambahkan. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar