Tiga Pilar Pokok Jadikan Bangsa Maju

Oleh: Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

TIGA instrumen ini merupakan pilar pokok dan utama untuk menjadikan sebuah bangsa yang maju dan berperadaban. Kemajuan ekonomi dan teknologi tidak pernah akan terjadi bilamana pendidikan, pengajaran, dan keteladanan tidak berjalan baik.

Dewasa ini, untuk menjadi sebuah negara ber-adidaya secara ekonomi di dunia ada tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu:

1) Investasi negara dan masyarakat di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusianya cukup besar dan berkualitas. Sesuai konstitusi, Indonesia telah mengalokasikan 20% dari total APBN tiap tahun diperuntukkan menyelenggarakan progam ini.

2) Investasi di bidang infrastruktur juga harus memadai dan berkualitas baik yang menyangkut hard infrastructure maupun soft infrastructure. Kalau GDP Indonesia tahun 2010 mencapai Rp 6000 triliun lebih, maka barangkali kalau 10% saja adalah sumbangan dari investasi di bidang infrastruktur, maka pertumbuhan ekonomi nasional hasilnya pasti lebih baik dari capaian pada saat sekarang sekitar 6% lebih. Tidak heran kalau Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara di dunia yang pada tahun 2025 menjadi penyumbang separuh GDP dunia bersama Brasil, Rusia, Cina dan India.

3) Penguasaan teknologi menjadi modalitas untuk dapat memajukan sektor industri manufakturnya dan ini berarti bahwa anggaran untuk R&D juga harus diperbesar.

Oleh sebab itu, kerangka kebijakan nasional ke depan orientasinya harus diarahkan ke pusat-pusat penguatan kualitas ekonomi nasional yang berfokus kepada pertama, investasi di bidang pendidikan dan pengembangan SDM; kedua, investasi di bidang infrastruktur baik yang menyangkut infrastruktur keras maupun lunak; ketiga, investasi di bidang industri manufaktur yang didukung pengembangan riset dan teknologi.

Tanpa dukungan riset dan teknologi, industri tidak akan pernah naik kelas dan sulit untuk mencapai tahap kemandirian industri yang berstruktur kuat. Khusus terkait dengan aspek pendidikan, hal ini sudah sangat sering dibahas, kebijakan nasionalnya juga sudah ada. Yang terpenting adalah bagaimana sistem dan metode pendidikan yang dijalankan dapat menghasilkan insan yang cerdas dan berakhlak mulia, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terus terang, sistem pendidikan kita sudah semakin membaik walaupun masih dijumpai kelemahannya di sana sini. Ini juga terjadi di bidang yang lain. Sebagai catatan kritis perlu disampaikan bahwa pendidikan secara ideal selain harus dapat menghasilkan insan yang cerdas dan berakhlak, sistem pendidikan harus terbebas dari virus yang menyebabkan seseorang menjadi pelacur-pelacur intelektual.

Metode pengajarannya bukan hanya sekedar menjadikan anak didik sebagai obyek saja (dibuat mengerti 2×2=4, dibuat mengerti persamaan kuadrat, dan lain-lain) tetapi tidak pernah diajarkan tentang prosesnya mengapa 2×2 sama dengan 4 dan pendek kata pada sisi lain lagi, sistem pendidikan juga harus menempatkan posisi anak didik sebagai subyek dalam pengertian anak didik harus diajarkan bahwa pada masanya dia akan menjadi seorang ahli, profesional, pemimpin yang karena kontribusinya menyebabkan terjadinya perubahan ke kehidupan yang lebih baik.

Rasanya dari TK sampai pendidikan strata 1 harus diberikan pelajaran tentang filsafat (tentu disesuaikan dengan porsinya masing-masing). Dari segi guru atau para pendidik, dia harus dapat memberikan motivasi bahwa pendidikan adalah salah satu media untuk menjadikan masa depan menjadi lebih baik dan menjadi insan kamil yang visioner menjawab tantangan zaman.

Ini sesungguhnya misi besar dalam proses pendidikan dan pengajaran. Kalau boleh dibuat prosentasenya, tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan insan kamil yang cerdas dan berakhlak 60-70% ada pada lembaga pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi. Sisanya 30-40% menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi faktor 30-40 % ini menjadi sangat menentukan karena lingkungan di mana mereka hidup dan berkarya akan mempengaruhi sikap hidupnya, gaya hidupnya, cara berpikirnya, cara bertindaknya, dan cara bersosialisasinya di masyarakat. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar