Tim “Panser” Jokowi – JK

Oleh: Fauzi Aziz

ilustrasi

KITA sedang menanti kabinet kerja dari Jokowi-JK untuk menjadi sumber penggerak roda pemerintahan terhitung 20 Oktober 2014. Jokowi sebagai “kapten kesebelasan” diharapkan dapat menjadi jenderal lapangan yang bertangan dingin untuk mengkosolidasikan seluruh anggota timnya di kabinet menjadi bersikap profesional, fair play, dan tahu aturan main.

Misinya jelas, yaitu membangkitkan Indonesia dari ketertinggalan, membersihkan kotoran, “maling”, “makelar” dan “tukang judi” yang suka bersembunyi di balik selimut kekuasaan/kewenangan. Oleh sebab itu, jangan sampai salah pilih kalau mau menjadi champion tiap tahun dalam jangka waktu lima tahun. Kita berharap tim Jokowi-JK dapat menjadi pendobrak segala bentuk hambatan dan terbebas dari segala macam bentuk jebakan yang merugikan kepentingan nasional.

Jangan habiskan energi pada saat kick off, karena perjalanan masih panjang.Tempatkan orang-orang yang tepat, siapa menjadi gelandang menyerang dan yang bisa dipercaya sebagai pencetak goal produktif untuk bisa menghasilkan devisa dan pendapatan negara dari pajak dan bukan pajak, serta siapa yang akan dipercaya untuk menjadi gelandang bertahan yang sanggup menjadi pengaman pasar dalam negeri dari gempuran barang impor.

Kita berharap sang kapten bisa menjalankan strategi jalur ganda, yaitu menyerang dan sekaligus bertahan, karena Indonesia butuh devisa yang sangat banyak untuk membiayai pembangunan, dan sekaligus menjaga pasar dalam negeri agar kegiatan produksi nasional tidak terganggu, yang dapat menyebabkan pengangguran. Berpikir keras dan bertindak cepat sangat diperlukan oleh “tim panser” Jokowi-JK agar Indonesia bangkit. Rakyat akan menjadi penonton yang baik asal disuguhi tontonan yang menarik, karena seluruh anggota timnya mampu bekerja profesional dan taat hukum.

Jangan coba-coba bermain sepak bola gajah, mengatur jalannya pertandingan, karena yang demikian itu tidak elok dan tidak sesuai dengan semangat fair play, dan ujungnya penonton kecewa. Kita berharap ranking peringkat Indonesia di percaturan internasional semua naik, angka gini rasionya mengecil, yang dewasa ini sudah mencapai 0,41. Melaksanakan strategi double track tidak cukup dilakukan dengan cara blusukan saja, tetapi harus dengan banyak cara, karena kita ingin Indonesia menjadi pemenang dalam sistem perekonomian global.

Usaha kecil menengah perlu tumbuh dengan sehat dan berkembang. Demikian pula usaha besar swasta dan BUMN/BUMD juga perlu diberi peran untuk bertumbuh dan berkembang secara efisien dan berdaya saing. Lingkungan hidup harus sehat, sungai-sungai bersih, hutan harus terjaga dengan baik, karena merupakan paru-paru dunia, penyedia oksigen bagi kehidupan.

Penambangan liar harus bisa diberantas dan para pelaku yang tidak rajin membayar pajak dan royalti harus ditindak tanpa pandang bulu, karena kita tidak mau menambah utang baru, kecuali dengan cara memperbesar tabungan yang bersumber dari dalam negeri berupa pajak, dan penerimaan bukan pajak.

Euforia bukan cara yang tepat untuk membawa Indonesia lebih bermartabat dan beradab. Kemaslahatan jauh lebih mulya daripada kemunafikan, dan kebajikan pasti lebih baik dari keburukan. Selamat datang Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla sebagai pimpinan pemerintahan yang baru. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar