Tim Kuasa Hukum Keluarga Brigpol Yosua Hutabarat Tiba di Mabes Polri; “Kami Melaporkan Adanya Dugaan Pembunuhan Berencana…”

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kuasa hukum keluarga Brigpol Yoshua Hutabarat telah tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka bakal melaporkan atas adanya dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigpol Yoshua.

“Kedatangan kita hari ini sebagai tim penasihat hukum dan atau juga kuasa dari keluarga almarhum Yosua Hutabarat untuk membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana dugaannya pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUH Pidana juncto pembunuhan sebagaimana dimaksud pasal 338 KUHP, juncto penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain juncto pasal 351,” kata kuasa hukum keluarga Brigpol Yoshua, Kamarudin Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri, Senin (18/7/2022).

Kamarudin mengatakan pihaknya juga akan melaporkan soal dugaan pencurian atau penggelapan handphone. Lalu juga dugaan peretasan yang dialami oleh keluarga Brigadir Yosua.

“Kemudian dugaan pencurian dan atau penggelapan handphone sebagaimana dimaksud dalam 362 KUH Pidana juncto Pasal 372 374 KUH Pidana, kemudian tindak pidana meretas dan atau melakukan penyadapan yaitu tindak pidana telekomunikasi,” kata Kamarudin.

Kamarudin menyebut dalam laporan ini, pihak terlapor yakni ‘penyelidikan’. Bukti-bukti juga akan diserahkan ke penyidik, di antaranya penyampaian konferensi pers Mabes Polri hingga adanya luka sayatan di bagian mata hingga hidung.

“Bukti-buktinya sudah kami bawa antara lain perbedaan keterangan konpers Bareskrim Polri atau Mabes Polri dalam hal ini Karo Penmas Polri kemudian berbeda dengan fakta yang kami temukan yaitu informasi yang diberikan adalah tembak menembak, tetapi yang kami temukan adalah memang betul ada luka tembakan tapi ada juga luka sayatan,” katanya.

“Ada juga pengrusakan di bawah mata, atau penganiayaan, kemudian ada di hidung ada dua jahitan, kemudian di bibir, kemudian di leher, kemudian di bahu sebelah kanan, kemudian ada memar di perut kanan kiri. Kemudian juga ada luka tembakan, ada juga pengerusakan jari atau jari manis. Kemudian ada juga pengrusakan di kaki atau semacam sayatan-sayatan begitu,” tambahnya.

Seperti diberitakan, Brigadir Yoshua alias Brigadir J (sebelumnya ditulis Brigadir Yosua), tewas ditembak rekannya sendiri, Bharada E. Insiden polisi tembak polisi itu terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7) lalu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini. Tim khusus ini dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. (sabar)

 

 

Berita Terkait