Tindak Tegas Praktik Perbudakan Sektor Perikanan

susi-pudjiastuti-640x399

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia tidak tinggal diam dengan adanya praktik perbudakan di sektor kelautan dan perikanan nasional. Negara akan bertindak tegas terhadap pelaku perbudakan, kata Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menegaskan.

“Indonesia akan menindak tegas praktik perbudakan di sektor perikanan dan kelautan,” tambah Susi di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Menurut Susi praktik perbudakan dilakukan oleh PT Benjina Pusaka Resources (PT BPR) yang telah membuat nama Indonesia tercoreng. Padahal, perusahaan perikanan tersebut merupakan perusahaan yang berafiliasi kepada perusahaan perikanan di Thailand. Sebagian besar hasil tangkapan ikannya diekspor ke negeri Thailand

Sdeperti diketahui laporan yang dimuat AP.org dengan judul “AP Investigation: Are slaves catching the fish you buy?” menuliskan adanya pemaksaan kerja selama 22 jam per hari tanpa hari libur kepada ABK di Kapal milik PT Pusaka Benjina Resources.

AP juga mengungkapkan para pekerja paksa yang banyak berasal dari Myanmar tersebut harus mengonsumsi air kotor untuk minum. Hasil tangkapan ikan perusahaan diekspor ke Amerika Serikat dan disalurkan ke toko retail Wal Mart.( edi s)

 

Berita Terkait