Tinjauan Marketing P3DN

Oleh: Fauzi Aziz

Fauzi Aziz

Fauzi Aziz

PENINGKATAN Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) adalah sebuah program nasional yang bersifat dinamis. P yang pertama mengandung nilai proses yang bermakna tumbuh dan berkembang yang pada akhirnya akan bermuara terjadinya peningkatan volume mau pun nilainya.

P yang kedua, dapat dipahami juga sebagai suatu proses yang tidak sederhana karena di dalamnya melibatkan banyak faktor. Pertama adalah menyangkut pertanyaan apa produk dan jasa yang akan ditingkatkan penggunaannya. Kedua, di mana barang atau jasa tersebut dapat dengan mudah, cepat dan murah untuk diakses setiap saat.

Ketiga, berkaitan dengan aspek timing, waktu atau musim barangkali agar progam peningkatan dan penggunaanya dapat berjalan secara efisien dan efektif dan tepat sasaran.

Keempat, adalah siapa sebenarnya yang tepat dan profesional melaksanakan progam P3DN di sepanjang tahun agar progam ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan ketahanan ekonomi bangsa.

Kelima, terkait dengan aspek bagaimana melaksanakan progam P3DN agar mencapai keberhasilan yang maksimal. Hal ini berarti akan fokus kepada masalah strategi dan taktik yang harus dijalankan pada tataran operasional. Kalau kelima hal tersebut di atas dapat kita anggap sebagai bagian dari proses marketing, maka masalahnya menjadi tidak sederhana untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Output, outcome dan dampaknya secara ekonomi dan bisnis harus terukur. Tata kelolanya harus baik dan profesional, tidak business as usual. Pasti memerlukan dukungan sumber daya yang tidak kecil, memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efisien dan efektif dan harus terkontrol dengan baik.

Pemerintah dan KADIN sudah berkomitmen untuk mensukseskan progam P3DN. Latar belakangnya yang menjadi bahan pertimbangan sudah cukup banyak dibahas. Progam promosinya cukup intens dilaksanakan agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat atas kemampuan produksi nasional.

Slogannya sudah ada yakni “Aku Cinta dan Bangga Menggunakan Produk Dalam Negeri”. Tapi sayang target pasarnya lebih banyak difokuskan untuk menggarap pasar belanja pemerintah. Baru menjangkau peluang bisnis APBN/APBD. Padahal Presiden SBY sudah beberapa kali mengingatkan agar ke depan kita jangan hanya fokus meraih peluang bisnis APBN/APBD saja, tetapi harus bisa meraih peluang bisnis GDP.

Dengan Baik

Ke depan, progam P3DN harus dikelola dengan baik karena progam dan kegiatannya sangat strategis untuk memperkuat perekonomian domestik. Keterkaitan sistem produksi, distribusi dan pelayanan harus menjadi fokus perhatian pelaksanaan progam P3DN. Pekerjaan yang paling berat adalah justru bagaimana mensukseskan progam tersebut agar benar-benar bermanfaat bagi ekonomi nasional.

Pemerintah dan KADIN seyogyanya dapat memantapkan pelaksanaan progam P3DN dan bagaimana cara mengimplementasikannya. Sudah sangat mendesak bahwa progam P3DN perlu dibuat roadmap-nya untuk jangka waktu 5-10 tahun ke depan. Tiap-tiap tahun harus ada target capaiannya secara kuantitatif dilihat dari peningkatan penggunaannya, baik peningkatan penggunaan oleh konsumen individu, pemerintah mau pun konsumen bisnis (B to B).

Ketiganya, kalau digabung merupakan potensi pasar yang sangat besar untuk dijadikan target pelaksanaan progam P3DN. Karena itu, dari sisi marketing, penggarapannya butuh strategi yang jitu dan ditangani secara profesional. Satu dan lain hal karena pemerintah pun disadari atau tidak bahwa sesungguhnya di pundak pemerintah pusat/daerah terbeban tugas untuk menjalankan fungsi-fungsi marketing. Marketing of Nation atau Marketing Of Region.

Mengapa harus dilakukan dengan pendekatan marketing? Apa tidak cukup hanya didorong dengan menerapkan kebijakan dan progam yang tepat, tanpa harus repot-repot menggunakan pendekatan yang lain. Keduanya penting dilakukan. Memang banyak hal yang harus dikerjakan bersama antara pemerintah dan KADIN.

P3DN mutlak harus mampu menangkap peluang bisnis GDB, yang potensinya besar sekali. Handito Joewono, pakar marketing berpendapat bahwa pemasaran merupakan pemahaman ekspektasi konsumen yang diinterpretasikan melalui pengembangan produk dan mengenalkannya ke pasar dalam rangka menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Definisi ini tepat untuk dikemas secara implementatif untuk mensukseskan pelaksanaan progam P3DN. Perlu mixing marketing dilihat dari kepentingan para pemangku kepentingan. Boleh dibilang sebagai sebuah proses yang bersifat kompleks yang melibatkan faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi.

Berproses dengan cara seperti itu karena P3DN pada dirinya akan banyak berurusan dengan kebijakan dan strategi pada level makro/mikro. Pun bersinggungan dengan persoalan membangun tata nilai untuk memampukan sumber daya ekonomi nasional dalam rangka pelipatgandaan nilai tambah di dalam negeri.

Penyelenggara progam P3DN harus membuat proyeksi besaran market sizing yang akan menjadi target. Kalau bisnis GDP yang menjadi acuannya, maka berapa persen P3DN akan meraih segmen pasar belanja investasi, belanja konsumsi rumah tangga dan belanja konsumsi pemerintah, yang pada akhirnya dapat diproyeksikan berapa persen pasokan impor yang dianggap rasional dan wajar dari total GDP.

Tindakan lain juga perlu dilakukan riset pasar, analisa kebutuhan dan harapan-harapan yang dikehendaki oleh para pengguna atau calon pengguna produk/jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Jujur, harus dikatakan bahwa sejatinya yang sangat berharap agar progam P3DN itu berhasil adalah pemerintah dan KADIN.

Bagi masyarakat yang penting adalah apa yang mereka butuhkan dapat dicukupi kapan saja dan di mana saja, dengan harga yang pantas dan barangnya berkualitas. Inilah sekilas pandang tentang “Tinjauan Marketing P3DN”.

Banyak pekerjaan rumah ternyata yang harus dikerjakan. Ada baiknya kalau sekiranya pemerintah menugaskan salah satu BUMN (PT Sarinah atau PT PPI) untuk mengelola pelaksanaan progam P3DN yang lebih profesional dan bekerjasama dengan KADIN. Misi utamanya adalah memakmurkan P3DN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan bisnis di dalam negeri. Semoga bermanfaat bagi pelaksanaan progam P3DN di waktu mendatang. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar