TKN: Setan Gundul Ingin Mencelakai Prabowo

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Calon presiden (capres) 02, Prabowo Subianto pernah menjadi salah satu orang yang dibohongi Ratna Sarumpaet. Dengan lebam di wajahnya, Ratna mengaku dianiaya untuk mendiskreditkan pemerintah.

Padahal, seperti diketahui, wajah Ratna bengkak akibat bedah plastik yang semula dianggap korban penganiayaan politik. Menyadari dan mengetahui Ratna berbohong, Prabowo meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Demikian diungkap Wakil Kepala Rumah Aspirasi Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Michael Umbas dalam keterangan seperti diterima redaksi, Rabu (8/5/2019). Kini, menurut Umbas, kejadian yang bisa dikatakan hampir serupa terulang kembali.

Umbas mengungkap, Andi Arief menuding adanya “setan gundul” yang membisiki Prabowo. “Setan gundul” itu menyebut Prabowo-Sandiaga Uno, memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dengan suara 62 persen.

“Kita tahu Prabowo langsung mendeklarasikan kemenangan dan sujud syukur. Padahal, tak ada bukti otentik dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak luas sampai saat ini,” tegas Umbas.

Umbas menuturkan, isu “setan gundul” memberi bukti bahwa ada upaya pembisik yang selalu mendorong Prabowo mengambil langkah grasa-grusu, bahkan berujung hoaks. Umbas menyatakan, sudah sepatutnya jika sejumlah pihak merasa prihatin terhadap Prabowo.

“Mengingat Prabowo sebagai tokoh bangsa yang dalam 10 tahun ini mengikuti Pilpres, walau gagal, justru dimanfaatkan atau bahkan ‘dicelakai’ segelintir kelompok ABS alias Asal Bapak Senang,” ucap Umbas.

Umbas menambahkan, publik tentu berharap Prabowo segera sadar bahwa ada oknum yang berusaha “mencelakai”. “Jangan sampai Prabowo terjerumus lebih jauh oleh hasutan-hasutan para pihak tertentu,” kata Umbas.

Umbas pun menyebut, “Rakyat pasti menaruh hormat, jika Prabowo berani dengan tegas dan lantang, menolak bisikan-bisikan yang menodai demokrasi. Prabowo tentu bisa menjadi negarawan dan akan dicatat dalam sejarah jika segera keluar dari dekapan ‘setan gundul’ yang menyesatkan ini. Semoga.” (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar