Tolak Trump, Bendera AS Dibakar

demo-trump

WASHINGTON, (tubasmedia.com) – Aksi unjuk rasa merebak di seluruh wilayah Amerika Serikat, menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS.

Di Washington, beberapa ratus orang berkumpul di depan Gedung Putih. Mereka berkumpul menyalakan lilin di tengah dingin malam, sambil melontarkan kritikan.

Mereka mengangkat isu yang disebut “Trump rasisme, seksisme dan xenophobia”. Tak lupa, warga pun membawa poster-poster bertuliskan “Kami memiliki suara!” dan “Pendidikan untuk semua!”

Salah satu warga penyelenggara aksi, Ben Wikler, yang adalah  Direktur lembaga advokasi liberal, MoveOn.org — berbicara di tengah keramainan massa.

Dia menyebut, banyak warga lain di seluruh AS dari beragam komunitas menyuarakan hal yang sama. “Warga merasa ketakutan,” kata dia.

“Kami berdiri di sini untuk menunjukkan bahwa di tengah momen kelam yang melanda AS, kita tidak sendiri,” kata Wikler.

Sementara itu, Ethan Miller, seorang pekerja di bidang hak asasi manusia, aksi ini ingin menunjukkan bahwa komunitas di AS sangat lentur.

“Ini hari yang berat bagi sebagian besar warga AS,” ungkap dia kepada AFP.

“Kami telah menyaksikan sebuah kampenye yang menebar isu rasial dan segala taktik mengerikan lain, yang akhirnya membuat dia memenangi pemilu,” kata dia.

“Tapi kami tak akan membiarkan jabatan Presiden yang dipegang Donald Trump menghentikan kemajuan untuk bangsa ini,” tegas Miller.

“Kami akan melanjutkan gerakan dan melawan demi hak seluruh warga dan melindungi saudara-saudara kami,” cetusnya.

Ada pula Joanne Paradis. Wanita berusia 31 tahun itu lahir di Meksiko. Dia kini bekerja di sebuah organisasi non-profit bidang komunikasi internasional di Washington.

Paradis mengaku mengambil bagian dalam aksi ini untuk berbagi solidaritas.

“Saya sangat terpukul, saya tak tahu akan seperti apa negara ini di bawah Trump,” kata dia.

“Namun kita harus menghadapi kenyataan itu, memperjuangkan dan bersabar dengan ini,” kata dia lagi.

Aksi serupa pun dilaporkan terjadi di sejumlah kota di penjuru AS, seperti Chicago, Philadelphia, Portland, Oregon, Seattle dan kota-kota lainnya.

Di Kota New York, massa berkumpul di Union Square sambil memegang spanduk bertuliskan “Love Trumps Hate” dan “Trump Grabbed America by the Pussy!”.

Massa lalu melakukan aksi longmarch dan bernyanyi di depan Trump Tower. “Electoral college ternodai,” ungkap pendemo, Nicholas Forker merujuk kepada sistem pemilihan “tak langsung” di AS.

“Saya merasa, AS benar-benar memerlukan reformasi. Hasil ini sangat konyol,” kata dia lagi.

Aksi berawal dari ratusan orang, yang kemudian semakin banyak dan menjadi ribuan orang.

Di California, massa pelajar SMA dan mahasiswa menggelar mimbar bebas dan melakukan aksi walkout dari kelas.

Kemudian di Los Angeles, ratusan remaja dan kamu dewasa muda menggelar unjuk rasa di luar City Hall sambil menyerukan “Not my president!” untuk Trump.

Di Oregon, pendemo menutup arus lalulintas dai pusat kota Portland, menyebabkan kemacetan lalulintas.

Massa terdiri dari tak kurang 300 orang, demikian diberitakan media setempat. Jumlah itu termasuk mereka yang melakukan aksi duduk di tengah jalan. Bahkan ada yang membakar bendera AS.

Belum lagi di Pennsylvania, ratusan mahasiswa University of Pittsburgh melakukan aksi jalan kaki di sepanjang jalan-jalan kota itu sambil mengajak warga untuk bergabung.

Seluruh aksi tersebut berlanjut hingga tengah malam. Satu orang dilaporkan mengalami luka serius dalam aksi yang berlangsung di Oakland, California, ketika pendemo membobol toko dan membakar sampah. (red)

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar