Trust and Confidence

Oleh: Fauzi Azis

Ilustrasi

Ilustrasi

DARI siapa dan untuk siapa sejatinya Trust and Confidence (T&C)? Kita harapkan untuk kita semua karena T&C adalah kebutuhan kita bersama dan bahkan propertinya milik kita juga. Kurang tepat kalau istilah tersebut hanya kita gunakan sebagai indikator positif yang senantiasa hanya diharapkan datang sepihak dari masyarakat pebisnis saja atau para investor saja sebagai sikap positif atas kinerja kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah untuk memenuhi harapan para investor.

Bagi negara yang sedang membangun perekonomiannya agar menghasilkan pertumbuhan tinggi, memang diperlukan adanya peningkatan investasi yang hanya bisa terjadi bilamana iklim investasi di negara bersangkutan kondusif sehingga memberikan ekspektasi bagi investor untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

Faktor T&C menjadi sangat mereka butuhkan.Padahal dalam kerangka menuju penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan, T&Csangat kita perlukan.Trust yang kita harapkan adalah yang bersifat timbal balik. Artinya, baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, harus saling memberikan kepercayaan dan masing-masing pihak harus bisa mengoptimalkan kepercayaan yang diterimanya sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Trust harus terpelihara dan terjaga. Pendek kata, tidak boleh ada dusta diantara kita. Trust adalah sesuatu yang bersifat intangibel, tapi sangat mahal nilainya karena begitu terjadi situasi yang menyebabkan kepercayaan itu sirna, untuk memulihkannya bisa memerlukan waktu yang lama.

Sekarang kita harus jujur, bahwa dewasa ini pemerintah sedang menghadapi situasi dis-trust dari rakyatnya. Berbagai penyebabnya telah banyak diungkapkan oleh berbagai hasil penelitian dan polling yang diselenggarakan oleh lembaga survey. Namun dis isi yang lain kita harus jujur pula mengatakan bahwa kondisi dis-trust yang terjadi adakalanya tidak obyektif.

Ketidak obyektifannya juga terjadi karena berbagai penyebab, antara lain dikesankan pemerintah dan sistem birokrasinya kurang tanggap sasmito terhadap problem yang dihadapi oleh bangsa ini. Padahal, lagi kalau kita jujur melihatnya, banyak hal yang sudah diraih pemerintah dalam menjalankan tugasnya, baik di bidang politik, ekonomi, hukum dan lain-lain.

Kita sudah terjebak di budaya instan, sehingga segala bentuk tindakan pemerintah, maunya segera mendatangkan manfaat, padahal dampak dari sebuah kebijakan/progam, hampir tidak ada yang bersifat instan, butuh waktu proses transformasinya.

Hindari tindakan provokatif yang tidak menberi manfaat apa-apa bagi proses pembangunan bangsa.Yang penting dari proses pembangunan trust tersebut adalah amanah, jujur dan dapat dipercaya ketika sosok indvidu diangkat menjadi pemimpin, apapun levelnya. Jangan pernah bertindak atau berniat untuk tidak amanah dan tidak jujur karena dampaknya bukan hanya trust saja yang hilang, tetapi reputasi, kredibilitas dan integritas kita akan rontok dan jatuh.

Selanjutnya yang terkait dengan soal confidence dan jujur, kita semua juga memerlukannya. Rasanya dalam setiap proses apapun, rasa confidence harus selalu menyertai kita. Yang penting jangan sampai mengambil sikap over confidence karena bisa kebablasan dalam melakukan tindakan. Bisa juga seperti orang mabuk, tidak bisa mengontrol dan mengendalikan diri untuk bersikap dan bertindak di bawah kendali akal sehatnya karena kita super over confidence.

Confidence yang baik jika kita merasakan dan meyakini bahwa segala sesuatu yang kita rencanakan akan dapat dijalankan dengan baik sesuai rencana yang telah dibuat. Menjadi confidence karena kita yakin dan dapat dipastikan bahwa seluruh sumber daya telah teralokasikan dengan benar dan tepat untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, kita menjadi confidence karena semua bentuk parameter yang akan digunakan telah serba terukur mengacu kepada kaidah-kaidah yang benar secara metodologis. Tidak boleh terjadi dalam situasi apapun menjadi confidence karena dipaksakan atau dibuat-buat, padahal sesungguhnya tidak confidence.

Ini sangat beresiko. Kalau memang tidak siap atau belum siap, harus berani mengatakan memang kondisinya belum waktunya dilakukan pengambilan keputusan. Jadi, proses untuk menjadi bersikap confidence harus ada kejujuran yang menyertainya.

Kesimpulannya trust dan confidence sangat kita perlukan sebelum kita melakukan langkah-langkah penting yang akan mempengaruhi tindakan yang akan diambil, apakah oleh para pemimpin, investor maupun oleh kita sendiri sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Proses pembangunan selalu memerlukan dukungan dan trust. Selain itu, perlu memiliki sifat confidence sepanjang semuanya telah serba terukur dan persiapannya telah matang dan mantap direncanakan.

Membangun trust jangan pernah bimbang dan ragu mengambil tindakan yang bersifat urgent dan penting bagi kehidupan, bahkan sekalipun tidak terlalu penting dan urgent. Tidak bimbang dan ragu karena prosesnya telah dilakukan dengan baik, benar dan ini harus diyakini, agar kita confidence mengetukkan palu untuk mengambil keputusan di bidang apapun pada skala berapapun.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar