UAS Ditolak Masuk Singapura, Ini Penjelasan Dubes Tommy

JAKARTA, (tubasmeddia.com) – Pascah penolakan Uztad Abul Somad (UAS) masuk Singapura, Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo menjelaskan, dalam hal ini pemerintah tidak bisa mengintervensi keputusan Singapura.

“Seperti halnya persona non grata, itu adalah hak dari setiap negara,” ujar pria yang akrab disapa Tommy itu saat dihubungi kemarin.

Ia meminta masyarakat memahami tata pergaulan internasional bahwa masuk ke negara lain adalah hak dari negara yang akan dikunjungi. Dan ketentuan itu berlaku universal.

“Jadi meminta maaf atas dasar apa? Singapura menggunakan hak yang mereka miliki. Tahun 2017, Panglima TNI pernah ditolak masuk AS. Kalau setiap kali meminta negara yang menolak itu meminta maaf, maka kita hanya bekerja untuk meminta permohonan maaf. Karena kita pun sering menolak warga bangsa lain untuk masuk Indonesia,” kata dia.

Ia mengatakan, sebetulnya secara diplomatik, pemerintah tidak perlu tahu alasan penolakan dan tidak perlu bereaksi terhadap keputusan itu, karena  masuk ke negara lain bukan hak yang melekat pada setiap orang, melainkan hak dari negara yang akan dikunjungi.

Kendati demikian, ujar dia, pemerintah sudah berupaya mengirimkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Singapura untuk menanyakan lebih lanjut alasan penolakan masuk Ustad Abdul Somad. “Penjelasan Ministry of Home Affairs sudah menjawab nota diplomatik itu,” ujar dia.

Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri Singapura membenarkan telah menolak kedatangan Abdul Somad di negara mereka pada Senin, 16 Mei 2022.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” bunyi keterangan Kementerian Dalam Negeri Singapura dikutip dari laman resminya, Selasa, 17 Mei 2022. (sabar)

 

Berita Terkait