Ubi Jalar Dapat Dijadikan Bahan Baku Industri

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

GARUT, (Tubas) – Dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya lahan dan air, serta menjaga kesuburan tanah, ubi jalar dapat ditumpangsarikan, disisipkan dan digilirkan dengan tanaman pangan lainnya dari berbagai tipologi lahan, tutur Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir.Wawan Suherman kepada tubasmedia.com, pekan lalu.

Ubi jalar atau sweet potato atau bahasa latinya Ipomoea batatas diduga berasal dari Benua Amerika bagian tengah. Ubi jalar tidak hanya potensial sebagai sumber karbohidrat, namun juga dapat diproyeksikan sebagai bahan baku industri.

Dikatakan, ubi jalar mempunyai keunggulan di banding umbi yang lainya. Kandungan gizi baik, potensi hasil tinggi, flexibilitas dalam penggunaan tepung tinggi, mempunyai keanekaragaman jenis varietas yang cukup banyak. Ubi jalar selain dikonsumsi langsung, juga dapat dimanfaatkan secara luas untuk bahan baku industri, seperti digunakan untuk campuran saos dan cabe, keripik, dan diolah untuk bahan lainnya.

Ubi jalar sangat berpotensi dalam mengembangkan perekonomian dan sosial, seperti digunakan untuk bahan pangan yang sangkil (efisien) pada masa mendatang, bahan makan ternak, dan bahan baku berbagai industri. Di luar negeri, khususnya di negara-negara maju, ubi jalar dijadikan makanan mewah dan bahan baku aneka industri, seperti industri fermentasi, tekstil, lem, kosmetika, farmasi dan sirup.

Menurut Wawan, budi daya dan produktivitas ubi jalar masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan dengan perbaikan teknik budidaya dan penggunaan varientas unggul sesuai kebutuhan. Ada pun panen pada ubi jalar itu dilakukan pada umur sesuai jenis varietasnya. Varietasnya berumur pendek (genjah) misalnya Kalasan dipanen umur 2-3,5 bulan, dan varietas Borobudur pada umur 3,5-4 bulan. Jenis varietas daya dapat dipanen pada umur 4-4,5 bulan. Panen sebaiknya tidak melebihi umurnya untuk menhindari hama boleng. (sighar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar