UN Tak Lagi Jadi Momok Siswa

Laporan: Syaefudin

Ujian

KINI siswa SMP, SMU dan SMK boleh bernafas lega. Alasannya, pemerintah tahun ini telah memperhitungkan nilai ulangan harian dan nilai ujian semester (nilai raport siswa) sebagai faktor yang ikut menentukan kelulusan selain nilai Ujian Nasional (UN) yang selama ini menjadi momok para siswa. Kebijakan tersebut dimulai tahun ajaran 2010-2011.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprof DKI Jakarta Taufik Yudi mengingatkan kabar baik itu sudah selayaknya disikapi dengan seksama dan disambut baik oleh siswa sekolah menengah pertama kelas IX dan siswa sekolah menegah umum dan kejuruan kelas XII. Sebab, nilai ulangan harian dan nilai ujian semester ikut berpengaruh terhadap kelulusan siswa. Lantaran itu, para siswa sebaiknya jangan terlena dan menyepelekan ulangan harian. Kebijakan tersebut telah diputuskan pemerintah mulai tahun pelajaran 2010-2011 sekarang ini.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Kemendiknas telah membuat keputusan tentang perhitungan nilai gabungan (NG) yang merupakan gabungan nilai Ujian Nasional(UN), nilai raport sekolah untuk setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Rumus perhitungan NG yaitu dengan memberi bobot 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai rapor sekolah. Sedang nilai UN untuk setiap mata pelajaran masih ditetapkan minimum 4,00.

Perubahan kebijakan tersebut disambut baik Pesta Sianturi, orang tua Ester, siswa SMK Pami Jaya kelas XII. Menurut Pesta kebijakan pemerintah tersebut telah memenuhi rasa keadilan masyarakat dan telah mempertimbangkan nilai raport siswa selama tiga tahun sekolah. “Metode penentuan kelulusan siswa sudah lebih fair karena nilai rapor siswa selama sekolah ikut diperhitungkan” katanya.

Tak hanya Pesta Sianturi, Kasi Dikmen Kecamatan Duren Sawit, Drs. R. Silitonga juga menyambut gembira dengan mengingatkan siswa yang tidak lulus UN tidak perlu kecewa dan putus asa. Meski UN ulangan tidak ada, siswa yang tidak luas UN tidak perlu khawatir. Masih ada kesempatan mendapatkan ijazah melalui ujian persamaan dalam paket C untuk tingkat SMU dan SMK dan paket B untuk SMP.

“Tidak ada UN ulangan karena semangat perbaikan UN 2011 untuk menghargai proses belajar mengajar yang diikuti oleh siswa. Hal ini memberikan rasa keadilan bagi siswa yang telah belajar keras” katanya. Kepala Sekolah SMP Budhis Silaparamita Linda Kusuma menilai keputusan tersebut telah membawa angin segar bagi siswa sekolah pertama dan mengingatkan para guru untuk lebih fokus terhadap keberhasilan pendidikan dengan meningkatkan mutu pendidikan dasar.

“Keputusan perubahan penentuan kelulusan siswa itu sudah mulai disosialisasikan kepada siswa kelas akhir. Kami juga sudah menghimbau kepada para siswa nilai apapun akan berpengaruh terhadap prestasi dan kelulusan,” ujarnya.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar