USB Gelar Pelatihan Pengelola Fasilitasi Berhenti Merokok

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

PELATIHAN - dr. Sri Winarni, M.Kes saat menjadi narasumber pelatihan pengelola fasilitasi klinik berhenti merokok (KBM) di Kampus USB Surakarta

SURAKARTA, (TubasMedia.Com) – Setelah sukses bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar seminar tentang kawasan bebas rokok, Universitas Setia Budi (USB) Surakarta menindaklanjuti dengan membangun sarana Klinik Berhenti Merokok (KBM) di lingkungan Kampus USB.

Dalam rangkaian itu, pekan lalu, USB kembali bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan pengelola fasilitasi berhenti merokok di kampus. Tujuan pelatihan ini antara lain untuk mensosialisasikan kepada masyarakat kampus tentang bahaya asap rokok dan memberikan solusi tempat konsultasi berhenti merokok bagi perokok aktif.

Seperti kita ketahui akhir-akhir ini cukup banyak remaja dari kalangan mahasiswa yang merokok di sembarang tempat dan masih banyak kampus yang tidak atau belum mempunyai tempat konsultasi berhenti merokok bagi perokok aktif. Hal tersebut akan mengganggu yang bukan perokok atau mereka yang termasuk dalam katagori perokok pasif.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta memahami dampak bahaya rokok, bisa memberikan penjelasan tentang pengaruh asap rokok terhadap lingkungan, memahami betul tentang peraturan tidak boleh merokok di sembarang tempat dan yang paling penting dapat membantu memberikan konsultasi berhenti merokok bagi perokok aktif.

Ketua Panitia Pelatihan Pengelola Fasilitasi Berhenti Merokok di Kampus, Eko Santoso SE menambahkan pelatihan diikuti 30 peserta terdiri dari dosen, karyawan dan mahasiswa USB dan dibuka Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Narimo, ST, MM.

Nara sumber pada kegiatan itu dr. Sri Winarni, M.Kes, seorang Tim KBM dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Dalam materinya yang berjudul ”Manajemen Klinik Berhenti Merokok Di Perguruan Tinggi” Sri Winarni menekankan Klinik Berhenti Merokok (KBM) merupakan suatu klinik atau tempat untuk membantu seseorang berhenti dari kebiasaan merokok.

Tugasnya, membantu klien perokok untuk berhenti merokok, mempromosikan bahaya rokok pada masyarakat sekitar dan mengadvokasi pihak yang terkait sebagai upaya sosialisasi bahaya rokok.

Sri Winarni memberikan sejumlah masukan mengenai struktur Klinik Berhenti Merokok (KBM). Penataan ruang dalam klinik sesuai standard (Ruang Konseling, Ruang Pelayanan Medis serta kelengkapan KBM). Selain itu Sri juga membahas tentang alur pokok layanan klien, pengembangan layanan dan metode konseling 5A (Ask, Advise, Assess, Assist, Arange) bagi klien yang ingin berhenti merokok dan 5R (Relevance, Risks, Rewards, Roadblacks, Repetition) untuk klien yang belum ingin berhenti merokok.

Pada akhir pelatihan peserta diajak melakukan simulasi mengenai alur layanan dan metode konseling tersebut. Kepada calon konselor Sri Winarni berpesan selalu menambah wawasan baik melalui seminar, buku-buku atau internet untuk membekali diri saat praktek di KBM. Semakin banyak pengalaman akan semakin paham dan semakin trampil dalam mengelola Klinik Berhenti Merokok (KBM). (marga/roian)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.