USB Gelar Seminar Farmasi Berjiwa Wirausaha

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SURAKARTA, (Tubas) – Menjadi seorang apoteker merupakan cita-cita bagus. Namun bagaimana seandainya bayangan seorang apoteker yang seharusnya menjadi Farmasis ternyata berbeda dengan kenyataan di lapangan. Beberapa orang menganggap seorang apoteker tidak lebih seperti penjaga toko obat atau apotek. Sangat tidak sesuai dengan keahlian dan jenjang pendidikan yang telah dimiliki.

Dengan latar belakang tersebut Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi (USB), baru-baru ini, menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Menjadi Farmasis Berjiwa Wirausaha” di Auditorium Kampus USB. Seminar dibuka Dekan Fakultas Farmasi USB Prof. Dr. RA. Oetari, SU, Apt.

Pada kesempatan itu Oetari mengharapkan seminar bisa menambah bekal pengetahuan kepada calon sarjana Farmasi USB dalam mengintergrasikan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah dengan keadaan di dunia kerja.

Hadir tiga pemateri Nunut Rubiyanto, S.Si. Apt, pengurus IAI Yogjakarta yang juga seorang praktisi apotek, Rachmat Sarwono, Direktur PT. Industri Jamu Borobudur dan Roviq Adi Prabowo, S.Farm., Apt, motivator kewirausahaan.

Dalam mengawali materinya yang bertema Reposisi Apoteker dan Strategi Wirausaha Apotek, Nunut Rubiyanto menegaskan berwirausaha itu merupakan tantangan mengambil resiko. Dahulu ada anggapan menjadi dokter itu mulia, menjadi pedagang juga mulia, tetapi menjadi dokter sekaligus pedagang itu hina. Namun apakah anggapan seperti itu sesuai dengan keadaan sekarang.

Berdasarkan data, apoteker yang menjadi pemilik apotek tak lebih dari 10%. Kebanyakan apoteker tidak lebih dari sekedar menjadi penjaga apotek, karena begitu sedikitnya praktek kefarmasian yang mereka lakukan. Padahal di dalam PP No. 51 tahun 2009 dijelaskan apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.

Rachmat Sarwono, Direktur PT Industri Jamu Borobudur mengungkapkan strategi wirausaha industri herbal. Dipilihnya herbal untuk memberikan solusi terhadap masalah kesehatan dengan pertimbangan Indonesia begitu kaya dengan tanaman rempah-rempah yang berkhasiat obat. Bila tanaman yang berkhasiat obat tersebut diolah dengan teknologi tinggi maka akan mampu bersaing di pasaran internasional.

Kiat untuk menjadi wirausahawan yang sukses, di antaranya harus ulet dan kerja keras, hemat, pandai melakukan “trik bisnis” dan membuat terobosan baru, berani mengambil resiko, berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan berpikir cerdas. (nas)

Berita Terkait

Komentar

Komentar