Site icon TubasMedia.com

Wakil Menteri Hukum/HAM Diusir

Laporan: Redaksi

Denny Indrayana

JAKARTA, (Tubas) – Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana diusir dari ruang rapat DPR karena berbisik-bisik dengan Menteri Amir Syamsudin saat anggota DPR mengajukan pertanyaan. Saat itu sedang berlangsung Rapat Kerja (Rapat Kerja) Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin serta jajarannya dengan Komisi III DPR RI, di Jakarta pekan silam.

Raker yang sedang membahas kebijakan Menkumham tentang moratorium remisi terhadap koruptor dan teroris itu berlangsung panas. Saat itu pula rapat dihujani interupsi. Selain itu anggota Komisi III DPR RI dibuat kesal dengan jawaban mengambang yang disampaikan Amir. Kebijakan moratorium remisi dianggap bertentangan dengan hukum.

Bahkan, dalam Raker itu, Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsudin mengusir Denny Indrayana dari ruang rapat. Aziz terlihat emosi, karena ketika mencecar Amir, Denny berbisik kepada Menkumham.

Rapat Kerja Menteri Hukum dan HAM dengan Komisi III DPR yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB lewat berlangsung panas dan sengit. Kedua belah pihak berdebat keras ihwal pengetatan remisi terhadap narapidana korupsi dan terorisme.

Menkum dan HAM Amir Syamsuddin kali itu dipaksa untuk mencabut Surat Keputusan (SK) kebijakan pengetatan pemberian remisi tindak pidana korupsi. Demikian juga dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang dibentak Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin.

Namun, saat Aziz meminta ketegasan dari Menkum HAM Amir Syamsuddin untuk mencabut kebijakan tersebut Wamenkum HAM Denny Indrayana terlihat berbisik-bisik kepada Menkum HAM. Aziz pun tersinggung karena merasa diabaikan.

“Hei! saudara Wamen jangan bisik-bisik!,” tegas Aziz dengan nada tinggi. Dengan wajah pucat Denny terlihat tegang dan menghentikan bisik-bisiknya untuk kemudian menyimak kalimat demi kalimat dari Aziz Syamsuddin. “Saya tidak akan mengizinkan anda berbicara di sini!,” terangnya.

“Kalau anda tidak suka, silakan keluar! saya mau minta penjelasan dari Menkum HAM, bukan anda, anda sudah contempt of parliament! Dan kalau tidak ada keputusan, kami Fraksi Golkar tidak sepakat. Saudara Wamen juga bisik-bisik. Jangan pakai gaya LSM di sini. Ada aturan. Jangan cengengesan. Saya bisa minta anda keluar dari forum ini.” tegas Aziz dengan nada tinggi.

“Saya tidak izinkan Denny Indrayana berbicara. Bila perlu keluar dari ruangan ini,” bentak Aziz lagi dengan sorot mata tajam sambil menunjuk ke arah Denny Indrayana. Sontak saja Sekretaris Satgas Mafia Hukum itu terdiam.

Walau sudah dibentak dan diusir, Denny tidak keluar. Ia masih tetap pada posisi semula duduk di sebelah kanan Amir. Aziz melanjutkan pembicaraannya. “Saya tidak setuju Denny yang juga bagian dari Satgas untuk berbicara,” ungkap Aziz.

Sebelumnya sejumlah politisi sudah mencecar dasar hukum Amir mengeluarkan kebijakan yang kontroversial itu. Rapat pun berlangsung tegang. Aziz Syamsudin meminta Amir menunjukkan SK Menteri yang ditandatanganinya yang membatalkan SK Menkumham sebelumnya, Patrialis Akbar. Namun, Amir tak bisa menunjukkannya.

Menteri Tidak Mengerti

Polemik bertambah panas. Lebih keras lagi Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Ketika rapat diusulkan diskors, Bambang malah meminta forum itu distop. “Saya usulkan rapat distop dan kita nanti gunakan hak interpelasi bertanya kepada presiden, apakah presiden tahu menteri satu ini mengeluarkan kebijakan seperti ini,” kata Bambang.

Ini menyusul jawaban Amir yang meminta agar Pimpinan Komisi III mengizinkan anak buahnya yang lain memberikan penjelasan. Amir mengaku dia sendiri tak mengerti sepenuhnya permasalahan yang terjadi. Amir saat itu membawa para dirjen di jajaran Kemenkumham. Amir meminta izin agar penjelasan lebih teknis bisa diberikan oleh jajarannya. “Bagaimana mungkin seorang menteri tidak mengerti persoalan,” kesal Bambang Soesatyo.

Situasi memanas. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta forum untuk tenang. “Hati boleh panas, kepala harus tetap dingin. Saya usulkan rapat untuk diskor,” kata Ruhut.

Sementara itu Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani mengatakan, insiden pengusiran Wamenkumham, Denny Indrayana oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsudin dalam rapat kerja tersebut melambangkan kebebasan berekspresi.

“Saya rasa itu hal biasa saja di DPR. Nah itulah kebebasan yang diberikan dan itu hanya hal biasa-biasa saja tidak ada masalah,” kata Yani, Kamis pekan silam. Yani juga mengaku tidak tahu motif Azis emosi dan mengusir Wamenkumham saat rapat kerja tersebut, apakah karena berbisik-bisik dengan Menkumham Amir Syamsyudin atau ada unsur lain. (tim)

Exit mobile version