Wali Kota Bandung Optimistis SUS Gedebage Selesai

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, (Tubas) – Pengurugan tanah area pembangunan stadion utama sepakbola (SUS) Gedebage, meski ada keterlambatan waktu, secara teknis dipastikan memenuhi standar minimal yang disyaratkan. Sebagai acuan studi kelayakan rencana pekerjaan tanah, paska konsolidasi tanah mencapai 90% dan mengalami penurunan elevasi tanah urugan 1,7 meter, layak untuk dilakukan pemancangan.

“Penelitian akhir tenaga ahli, proses konsolidasi tanah sudah tercapai dan penurunan elevasi tanah tertinggi sudah mencapai 1,6 meter,” kata Asep Imam Saputera dari PT Adhi Karya kepada Wali Kota Bandung, Dada Rosada, saat melaporkan progres pelaksanaan pembangunan SUS Gedebage di Rancanumpang Gedebage Bandung, pekan lalu.

Kegiatan pemasangan tiang pancang sebagai konstruksi pondasi ditargetkan selesai akhir Agustus 2011. Tiang pancang ini direncanakan dipasang 9.000 batang pada 3.181 titik dan didukung 10 unit alat pancang dengan 6 unit crane service atau 60 titik pancang setiap harinya.

Asep menambahkan kontribusi keterlambatan signifikan terhadap prestasi kerja disebabkan keterlambatan hampir 10 bulan dibukanya akses sementara jalan masuk dari jalan tol di KM 151 terkait izin operasional dari Kementerian PU. Sedangkan faktor non teknis lebih disebabkan ekstrimnya curah hujan selama 2010 yang hampir 2-3 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Faktor non teknis lainnya, imbuh Asep, di antaranya penghentian sementara penggunaan jalan tol selama arus mudik lebaran, keberatan warga sekitar lokasi atas pekerjaan over time atau kerja di malam hari untuk mengganti kehilangan waktu. Kondisi ini mengakibatkan pengiriman dan pengolahan material tanah menjadi tidak maksimal.

Untuk mendukung kelancaran proyek, PT Adhi Karya berkoordinasi dengan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), RW dan warga sekitar terkait sosialisasi rencana proyek dan alat yang digunakan. (binus)

Berita Terkait

Komentar

Komentar