Warga Batak Tolak Program Sandiaga Uno Jadikan Wisata Halal

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) –  Kaum millenial beserta seluruh warga Batak, tidak setuju dengan rencana pemerintah pusat seperti yang didengungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno, menjadikan destinasi wisata termasuk Danau Toba menjadi wisata halal.

‘’Kami tidak setuju itu dan kami akan tolak dengan tegas karena program itu jelas akan mengkotak-kotakkan warga yang sudah rukun dan damai sejak ratusan tahun silam,’’ kata Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB), Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Korban Purba SPd kepada tubasmedia.com di Doloksanggul kemarin.

“Tegas kami menolak rencana Pariwisata Danau Toba dijadikan wisata halal,’’ sambungnya.

Kata dia,Tanah Batak itu adalah kumpulan masyarakat majemuk dengan keberagaman agama dan Tanah Batak merupakan tanah yang diberkati Tuhan tanpa ada kata halal-halalnya.

Seharusnya, lanjut Korban, untuk menjadikan kawasan Danau Toba semakin terkenal bukan karena dijadikan wisata halal.Akan tetapi,  tergantung kepada seluruh stakeholder yang akan menanganinya. “Silahkan dibangun infrastruktur yang mendukung agar benar-benar menarik minat wisatawan asing dan dalam negeri berkunjung ke Danau Toba,” ujarnya.

“Lalu kenapa musti harus wisata halal namanya? Bagaimana kalau kita buat namanya wisata Bataknesia?,” lanjut Korban.

Jadi, tolong statemen yang menyatakan wisata halal dibuang dari tanah Batak karena Batak cinta perbedaan, jangan karena  kata halal itu akan  menimbulkan perpecahan di tanah Batak.

Lagi pula tambah Korban, menarik wisatawan asing dan dalam negeri tidak tepat hanya dengan embel-embel halal sebab wisatawan itu kan datang dari berbagai belahan bumi, yang agama dan kebudayaannya beragam.

Artinya, biarlah, wisatawan itu yang menentukan pilihannya mau berwisata kemana sementara masing-masing pengelola obyek wisata didorong untuk terus membenahi pelayanan dan menyuguhkan apa saja yang terbaik untuk ditawarkan kepada para tamu.

“Jadi bukan soal halal dan tidak halal, cetek amat pemikirannya. Ingat dengan ungkapan Bung Karno yang menyatakan perbedaan itu indah, jadi jangan jadi provokator di tanah Batak,”kata Korban.

Korban menambahkan bahwa pemuda Batak sangat setuju, bangga bahkan mendukung turut serta mau berperan aktif apabila Danau Toba dijadikan obyek wisata internasional tanpa ada embel-embel halal (edison ompusunggu)

Berita Terkait

Komentar

Komentar