Warga Panik, Harimau Masuk Desa

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

PADANG, (Tubas) – Warga Luatimbalun, Bungus Timur, Padang ketar-ketir. Sebab, dua bulan belakangan, kampung mereka disantroni Harimau. Sejumlah ternak telah dimangsa, bukan tak mungkin ‘Sang Raja Hutan’ itu mengincar manusia.

Kondisi yang mengkhawatirkan ini membuat tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat memutuskan bertindak. “Hari ini tim akan ke sana untuk memasang perangkap,” kata staf penanganan konflik satwa BKSDA Sumbar, Rusdiyan, Selasa, 1 Februari 2011.

Selain melindungi warga, pemasangan jerat dilakukan agar “konflik” antara Harimau dan manusia tak makin runcing. “Alat ini dipasang siang ini agar Harimau menjauhi perkampungan warga,” tambah dia.

“Perseteruan” manusia dan Harimau selalu terjadi. Bahkan dua tahun lalu, dua warga Teluk Kabung Timur, Bungus tewas akibat amukan Harimau. Amuk Harimau juga pernah terjadi di kawasan Siguntur, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selata. Satu warga meninggal saat itu.

Menurut data BKSDA, sejak lima tahun belakangan, tak kurang sekitar 26 kasus antara manusia dengan harimau terjadi di Sumatera Barat. Tahun 2005 terjadi delapan kasus dengan korban tewas 6 orang. Tahun 2006, dua orang tewas. Tahun 2007 dua orang meninggal akibat terkaman harimau di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Total, 10 orang tewas.

Tingginya kasus ini sempat membuat Forum Harimau Kita dan delegasi Bank Dunia berkunjung ke Sumbar dua tahun lalu untuk menjalankan program pelestarian Harimau Sumatera (panthera tigris). Program ini direncanakan baru berakhir tahun 2017 mendatang. ***

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.