Warisan Antar Generasi

Oleh : Fauzi Azis

Ilustrasi

Ilustrasi

MERINDING bulu kudukku ketika judul opini ini muncul dari benakku. Warisan oh warisan kuterima atau lebih baik ditolak. Pak kiai, pak romo pastur, mohon nasehatnya atas hak waris tersebut, sikap dan keputusan yang bagaimana yang harus diambil? Pertanyaan ini diajukan karena ada semacam kegalauan dan kebimbangan apakah pantas dan layak warisan antar generasi itu harus diterima bulat-bulat apapun keadaannya?

Dengan sangat arif pak kiai dan pak romo menjawabnya, yaitu yang baik-baik diambil dan diterima dengan ikhlas apa adanya. Sebaliknya yang tidak baik, yang busuk, yang tidak jelas asal-usulnya seyogyanya tidak usah diterima. Apa misalnya yang tidak baik itu? dengan sigapnya beliau-beliau menjawabnya antara lain disebutnya MO-LIMO.

Maling, madon, madat, maaf lupa month yang ke-4 dan yang ke-5. Maling, kira-kira yang masuk dalam kelompok ini adalah korupsi dan serumpunnya. Madon (main royal dengan perempuan yang bukan istrinya yang sah, pelacur, selingkuh dan sejenisnya). Madat, yaitu nyabu, judi, tukang mabok dan lain-lain.

Semuanya itu adalah perilaku yang menyimpang dan itu terjadi karena hawa nafsu setannya bergelora dan terus menggodanya, kapan lagi? mumpung sekarang menjadi pejabat negara, menjadi anggota dewan, libas saja harta negara, nanti keburu kagak kebagian. Rugi, entar gigit jari lho.

Mo yang pertama, kedua dan ketiga tersebut adalah satu rangkaian proses kejadian. Harta hasil korupsi pasti tidak berkah, kalau dimakan tidak akan jadi daging kata orang bijak. Panas bawaannya dan hampir nggak pernah betah tinggal dirumah, sebentar-sebentar keluar dari rumahnya setiap saat entah kemana tujuannya.

Tahu-tahu maaf lagi nyungsep dengan WIL atau lagi asyik dengan pelacur. Pada saat yang sama sambil mabok, asyik berjudi dikelilingi wanita-wanita cantik. Begitulah sebuah ilustrasi kehidupan yang terjadi akibat attitudenya yang tak tahan godaan setan saat menjadi manusia-manusia yang terhormat disatu negeri dakocan.

Kalau yang seperti ini yang akan diwariskan, celaka kita hidup di negeri dakocan, meskipun tidak semua manusia yang terhormat statusnya itu attitude sama. Masih banyak yang baik-baik dan berintegritas tinggi. Yang berperilaku menyimpang segeralah bertobat agar para generus penerus yang akan melanjutkan tidak terjangkit penyakit yang suka maling, madon dan madat.

Tinggalkanlah kepada generasi penerus yang baik-baik agar negeri ini selalu mendapatkan barokah dan menikmati indahnya hidup di dunia yang serba bersih. Ingak-Ingak anak cucu. Ingak-ingak hidup di dunia ini hanya sebentar, hidup yang kekal adalah di hari kemudian di alam lain, bisa di surga bisa juga di neraka, tergantung kelakuannya ketika hidup di dunia.

Terus terang miris kalau saban nonton TV, baca koran, dengerin diskusi, semua membahas tentang maling, korupsi, kawin cerai, selingkuh, penyelundupan ganja, sabu, kok seperti nista amat negeri ini. Seperti nggak pernah ada yang baik-baik di negeri ini. Tapi manakala nonton acara kick andy di metro TV, optimisme kita tersentak bangkit kembali ternyata banyak nilai-nilai kemulyaan yang dapat kita peroleh dari acara tersebut.

Terima kasih Kick Andy, acara reality shownya memberikan harapan yang cerah bagi generasi mendatang untuk membangun negeri ini dengan semanagat dan motivasi yang lebih baik dan mulya. Kepada yang hobynya korupsi dan turunnya kita doakan supaya tobat nasuha dan kemudian menjadi manusia yang baik sebelum ajalnya menjemput.

Cegah dan tangkal kegiatan hilirisasi korupsi. Amputansi penyakit mematikan itu karena bisa membuat negeri ini bangkrut dan hancur berkeping keping. Wariskan kepada anak negeri generasi penerus calon pemimpin masa depan agar negeri ini gemah ripah dengan hal-hal yang positif, produktif.

Maafkanlah mereka kalau kadung pernah membuat kita semua menjadi susah. Susah cari pekerjaan, susah sekolah, susah berobat murah. susah beli BBM karena harus pakai stiker, pakai alat deteksi dan sebagainya.

Mari kita perbaiki yang rusak dan kita ganti yang sudah waktunya memang harus diganti agar roda kehidupan di negeri ini berjalan normal, aman, damai, sejahtera dan rukun. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar