Waspadai Dampak Kecantikan secara Instan

IMG_3620

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi (USB) Surakarta Sabtu (13/6/15) menggelar Seminar Nasional Farmasi dengan tema “Waspadai Dampak Cantik Secara Instan” di Gedung A Universitas Setia Budi.

Menurut Ketua Panitia, Wiwin Herdwiani, M.Sc., Apt. seminar ini menghadirkan empat pembicara yakni Prof. Dr. Andreanus A. Soemardji, Apt dari ITB, dr. Nur Rachmat Mulianto, Sp. KK., Agus Prabowo, Apt. dari Balai Besar POM Semarang dan Dr. Liandhajani, M.Si, Apt dari PT. Mandom Indonesia.

Seminar yang juga dihadiri sekitar 400 peserta itu merupakan agenda rutin dari Fakultas Farmasi USB Surakarta. Menurut Wiwin, peserta dalam seminar ini nanti akan mendapatkan SKPI dari Ikatan Apoteker Indonesia. Dekan Fakultas Farmasi USB, Prof. Dr. R.A Oetari SU, MM., M.Sc., Apt dalam sambutannya mengungkapkan, sebagai institusi pendidikan, Fakultas Farmasi USB mempunyai tanggung jawab untuk memberikan sumbangan kepada bangsa dan negara dengan memberikan informasi terkini dalam perkembangan ilmu dan teknologi di bidang farmasi khususnya, dan di bidang kesehatan pada umumnya.

Seminar ini diharapkan dapat menjawab keingintahuan dan mampu memberikan manfaat bagi farmasis dan tenaga medis lain pada aspek keamanan dalam upaya perawatan kecantikan. Sebab setiap wanita ingin selalu tampil cantik, dengan bentuk tubuh yang bagus dan kulit yang putih bersih seperti para selebriti.

Keinginan itu juga dipicu banyaknya iklan yang mengatakan bahwa bentuk tubuh harus bagus, dan kulit cantik harus putih dengan menggunakan berbagai produk kecantikan.

Warna kulit wanita Asia, khususnya Indonesia, mayoritas berwarna kuning langsat atau sawo matang. Tapi karena banyak iklan yang secara langsung atau tidak langsung menyatakan bahwa kulit yang indah adalah kulit yang putih. Sehingga banyak yang terkecoh dengan produk perawatan kulit, tanpa memperhatikan apakah produk tersebut teregistrasi atau tidak.

Sebagaimana pemutih kulit, pemakaian suntik silicon dan botoks untuk mengencangkan kulit dan membentuk struktur tubuh sesuai keinginan agar tampil lebih cantik, kini makin merebak di kalangan wanita Indonesia. Akhirnya, tidak sedikit wanita yang dengan sembarangan menggunakan produk kecantikan. Cara instan dan murah seperti membeli produk tanpa merk, menjadi salah satu jalan pintas.

Produk tersebut biasanya tidak teregistrasi di BPOM yang menyatakan bahwa produk tersebut aman dipakai untuk kulit. Kasus penyakit kulit sendiri banyak terjadi karena kandungan merkuri yang dapat menyebabkan kerusakan kulit secara permanen, kerusakan sel saraf hingga kanker kulit.

Ada juga yang menjadi sangat tergantung pada produk kecantikan tertentu. Tak jarang para wanita pergi ke salon kecantikan yang tidak mempunyai tenaga ahli, namun berani memberikan injeksi baik silicon maupun botoks tanpa pengetahuan yang memadai.

Praktik ilegal penyuntikan ini tumbuh subur di perkotaan karena keuntungannya menggiurkan. Para wanita ini pun ingin disuntik whitening dan pengencang kulit karena melihat hasilnya yang instan dan biaya yang murah.

Pemberian injeksi tanpa mengetahui dosis yang tepat juga mengakibatkan efek yang berbahaya bagi organ, seperti ginjal. Karena itulah wanita Indonesia harus memahami bagaimana memilih dan menggunakan produk kecantikan untuk merawat kulit mereka agar cantik, tanpa efek samping. (ril/roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar