Watch Dog

Oleh: Sabar Hutasoit

ilustrasi

ilustrasi

MEMANG benar, wartawan atau sering disebut pers bukanlah anjing piaraan dan bukan anjing pemburu, tapi sejatinya, pers tersebut adalah anjing penjaga (watch dog). Karenanya, sesuai dengan fungsinya yakni menjaga, dia atau pers harus mawas diri setiap saat, menjaga apa saja yang layak dijaga.

Namun sebagai penjaga yang baik bukanlah hanya yang memberikan pembelaan secara membabibuta. Penjaga atau pengawal yang baik tetap akan obyektif dan tetap hadir di saat apa pun dan tetap memberi warning kepada yang dijaga agar jangan sampai lengah dan berperilaku salah di depan umum.

Sebagai penjaga, juga harus bisa tampil menjadi sparing partner sebelum yang dijaga itu berlaga di arena terbuka. Seorang sparing partner adalah seorang ‘’petarung’’ yang bertugas membongkar kelemahan “lawannya’’ untuk kemudian kelemahan demi kelemahan itu bisa dibenahi sebelum bertarung serius.

Sparing partner bukanlah figur yang menciptakan suasana ABS (asal bapak senang), akan tetapi figur yang menyatakan kebenaran dan menyuarakan fakta yang sebenarnya. Pasalnya, jika sparing partner yang adalah watch dog itu berbohong, tuannya yang sedang dijaga, nantinya pada saat tampil sebagai petarung di arena terbuka, dia akan terkapar karena akan dihabisi lawan yang sebenarnya.

Oleh karena itulah, pers nasional yang akhir-akhir ini banyak disorot sebagai insan media yang menyudutkan seseorang atau sekelompok karena hanya mengungkap hal-hal yang tidak baik dan menyembunyikan hal-hal yang positif, adalah kurang tepat.

Tampaknya, sepanjang berita yang dilansir si wartawan mempunyai fakta dan bukti otentik dan akurat, berita yang diwartawan is okey-okey saja dan harusnya berita itu dipandang sebagai alat koreksi untuk diperbaiki di kemudian hari. Bukan sebaliknya direspon dengan gaya emosi lalu menyalahkan sana-sini.

Sebaiknya, respons atas pemberitaan si wartawan yang adalah watch dog tersebut haruslah positif dengan tenang merenungi seluruh isi berita kemudian mengumpulkan seluruh staf atau pembantunya lalu adakan perbaikan disana-sini. Kecuali data berita yang dianggap menyudutkan itu tidak akurat, ya silakan menempuh jalur hukum yang sudah kita hormati secara bersama-sama.

Menempuh jalur hukum yang sah tampaknya merupakan langkah positif jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai fakta ketimbang merengek-rengek, curhat dan mengeluh sebab akan terkesan cengeng. Tapi jika jalur hukum yang ditempuh, semuanya akan nikmat dan sesegera itu pula akan ada perbaikan.

Satu hal lagi yang perlu kita renungkan bersama adalah pameo yang beredar di kalangan masyarakat ang menyatakan bahwa hal-hal positif yang sudah diraih penguasa, sebenarnya tidak terlalu penting diberitakan sebab tugas utamanya adalah membuat yang terbaik.

Justru hal-hal yang tidak benar atau kurang benar itulah yang patut disuarakan sebagai alat kontrol ke depan untuk bisa dibenahi. Kendati demikian yang positif juga ada baiknya disuarakan sebagai pemberi spirit kepada para pemangku kepentingan. Namun jangan sewot jika muncul berita-berita kritikan. Ingat tugas watch dog. ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar