WEF dan KAA Diharapkan Dorong Penguatan Rupiah

index

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, masih menguatnya laju US$ tampaknya membuat laju Rupiah tidak mampu keluar dari zona merahnya.

“Laju Euro yang melemah seiring kembali khawatirnya masalah pembayaran utang Yunani membuat laju US$ mengambil kesempatan untuk menguat dan imbasnya negatif bagi laju US$,” ujar Reza, Rabu (22/4/15).

Pelaku pasar mencermati, jika pembayaran utang Yunani terindikasi akan bermasalah maka ECB akan meningkatkan kucuran Euro nya untuk mengatasi hal tersebut. Peningkatan demand akan Euro tentunya melemahkan nilai mata uangnya.

“Kondisi inipun sejalan dengan perkiraan kami sebelumnya. Sebelumnya kami sampaikan bahwa belum adanya sentimen positif membuat laju Rupiah masih tertahan di zona merah sehingga masih berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya,” ucap Reza.

Meski diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas namun, tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang akan muncul. Laju Rupiah berada di bawah target level support 12.884.

“Meski minim sentimen negatif di dalam negeri namun, karena imbas global membuat laju Rupiah masih dalam tekanan. Akan tetapi, jika ingin berasumsi maka diharapkan adanya pertemuan world economic forum dan KAA dapat membawa pengaruh positif pada laju Rupiah,” ungkap Reza.

Tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang membuat pelemahan masih berlanjut. Rp 12.950-12.938 (kurs tengah BI). (angga)

Berita Terkait