Wendy Hutahaean Aniaya Isteri

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istri kerap terjadi. Sebab akibatnya dimungkinkan  karena kurangnya keharmonisan dalam rumah tangga, atau bisa saja hanya karena cemburu dan sakit hati.

Itulah yang dialami ibu rumah tangga Giovani Lumbangaol (27) warga JL Melon No 162 Perumnas Pagar Beringin Pagar Batu Kecamatan Sipoholon Taput,  babak belur dihajar suaminya Wendy Hutahaean (32), Selasa (3/9) kemarin sekira pukul 06.00 Wib.

Menurut informasi yang dihimpun tubasmedia.com, suami korban Wendy Hutahaean merupakan dosen di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung dan tercatat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedang prajabatan CPNS di Medan. Pasangan Suami Istri (Pasutri) itu menikah Nopember  2018 dan belum dikaruniai anak.

“Tindakan kekerasan itu sudah  berulang-ulang dilakukan suami saya.

Atas peristiwa itu, saya langsung buat pengaduan ke Polres Taput ,” jelas Giovani br Lumbangaol, Selasa (10/8) di rumahnya.

Giovanni bercerita, saat kejadian, dia  baru bangun tidur dan masih berbaring di tempat tidur.  ‘’Tiba-tiba suami saya marah-marah dan mengatakan kerja kau… tidur aja kerjamu.. sambil menarik tangan saya’’

Tidak cukup disitu, suami saya lalu menyeret saya dari tempat tidur. Saya berontak,  namun suami saya kembali menjambak rambut dan baju hingga  keluar kamar.

“Sampai di ruang tamu, suami saya  duduk di kursi tamu dan kembali menjambak rambut saya. Emosinya kian meningkat hingga  menampar pipi kiri  dan kemudian menendang pinggang sebelah kanan saya,” kata Giovanni.

Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen melalui  Kasat Reskrim  Polres Taput AKP Zulkarnaen  membenarkan adanya laporan dari pelapor Giovanni Lumbangaol tentang KDRT ke Polres Taput.

” Itu benar, saat ini masih dalam tahap proses pemeriksaan para saksi. Setelah selesai, baru kita akan buat surat panggilan kepada terlapor. Nanti saya akan lihat dulu sudah sejauh mana penanganannya,” jelas Zulkarnaen.(tony)

Berita Terkait

Komentar

Komentar