Wou…Pengusaha di Sumatera Utara Pastikan tidak ada PHK

MEDAN, (tubasmedia.com) –  Di tengah pandemi virus corona, dunia usaha di Sumatra Utara (Sumut) juga ikut merasakan dampaknya. Dampak paling terasa terhadap sektor yang produknya berorientasi ekspor serta masih mengandalkan bahan baku impor. Tapi begitupun, pengusaha jamin tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, mengatakan, saat ini pabrik-pabrik di Sumut masih berjalan dan perusahaan berusaha untuk melindungi karyawan dengan alat pelindung diri (APD).

“Tapi operasional pabrik-pabrik ini tergantung sektornya. Yang masih berjalan normal tentu di sektor kebutuhan pangan dan kesehatan. Tapi yang berorientasi ekspor, tentu sudah otomatis berkurang. Tapi pengusaha tetap komit, tidak akan ada PHK karena kondisi ini di luar kehendak semua pihak,” katanya, Senin (23/3/2020).

Dikatakan Laks, perusahaan yang berorientasi ekspor memang kesulitan karena banyak negara tujuannya sedang lockdown. Selain itu, impor bahan baku juga tak bisa karena pemberlakuan lockdown ini. Jadi perusahaan-perusahaan yang tidak related (terkait) dengan Corona memang dalam tekanan. Padahal di Sumut, justru sektor yang tidak related dengan corona yang banyak.

“Tapi apa pun kondisinya, terhadap pekerja tidak ada PHK. Tapi yah harus saling memahami dan mengerti kondisi ini. Karena di luar negeri, sudah ada kebijakan jika bekerja dari rumah gajinya hanya 80%. Ini juga sedang dikaji. Jadi mungkin bisa juga diberlakukan oleh perusahaan yang memberlakukan work from home,” kata Laks.

Begitupun, kata Laks, semua pihak harus bisa saling bersinergi dengan kondisi ini. Karena banyak pengusaha yang kini kesulitan untuk mendapatkan APD. Padahal, Ini sangat diperlukan untuk yang bekerja di pabrik-pabrik serta yang usahanya bergerak di sektor distribusi barang.(red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar