Wou… Untung Produsen Sangat Besar, Modal Minyak Goreng Kemasan Hanya Rp 10.000 Per Liter

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade membongkar modal produksi minyak goreng kemasan yang kini beredar di masyarakat.

Andre menyebut modal yang dikeluarkan perusahaan kelapa sawit dan produsen minyak goreng tak lebih dari Rp 10.000 per liter atau bahkan di bawah Rp 10.000.

“Tadi keterangan bapak (Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani) jelas, bahwa kalau bicara oligarki, karena oligarki yang punya kebun sendiri, Pabrik kelapa sawit sendiri, pabrik minyak goreng sendiri, termasuk distributor D1 dan D2 itu kan oligarki, sedangkan untuk modal produksi minyak goreng itu sendiri kan di bawah Rp 10 ribu per liter dan itu untuk minyak goreng kemasan,” ujar Andre dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/5/2022).

Hal ini diungkap Andre saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan Dirut Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) di Gedung DPR RI.

Andre menilai kebijakan pemerintah yang menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 per liter sudah sangat tepat. Namun menurutnya kebijakan tersebut mendapatkan perlawanan dari para oligarki untuk mendapatkan untung lebih banyak lagi dari penjualan minyak goreng.

“Jadi ini perlu dicatat oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa oligarki-oligarki itu untung banyak. Jadi kebijakan pemerintah Presiden Jokowi yang menetapkan harga HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 sebenarnya tidak salah dan sudah tepat. Hanya memang ini ada perlawanan dari oligarki,” tutur Andre. (sabar)

 

 

 

 

Berita Terkait

  • Tidak Ada