Wouw… Transaksi Mencurigakan Kepala Daerah mencapai Rp 1,6 Triuliun

muhammad-yusuf

JAKARTA, ( tubasmedia.com) – Selama 2014 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima laporan transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah di Indonesia. Wouw… tidak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai Rp 1,6 triliun

Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan nilai transaksi sebesar itu diindikasi mengalir ke sejumlah kepala daerah dan  keluarganya.” Ada sejumlah kepala daerah yang transaksinya tidak sesuai dengan profilnya. Bupati ada 26 orang. Dari 26 itu total uangnya Rp 1.381.826.457.000,” ungkap Yusuf dalam refleksi akhir tahun PPATK, di, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).

Menurut dia selain bupati juga ada 12 gubernur di Indonesia yang diidentifikasi memiliki transaksi mencurigakan dengan total uang sebesar Rp 100 miliar.”Istri gubernur ada satu orang dengan total uangnya Rp15 miliar. Itu yang ketahuan, seperti istri Akil Mochtar ternyata uangnya ratusan miliar,” ujarnya

Yusuf menambahkan untuk wakil bupati ada dua orang yang transaksinya mencurigakan dengan total uangnya Rp 1,8 miliar. Padahal gaji kepala daerah seperti bupati, gubernur dan wali kota tidak mencapai nilai tersebut. “Wakil gubernur ada satu orang yang uangnya Rp 300 juta, Wali kota ada dua orang yang uangnya Rp1,8 miliar, anak bupati ada satu orang uangnya Rp 3 miliar. Ternyata korupsi sudah menjadi praktik keluarga,” katnya.

Penyelidikan PPATK menemukan baru dua gubernur, enam bupati, dan satu BUMD yang terkait dengan bupati yang dinyatakan memilik transaksi mencurigakan. Sisanya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut karena PPATK belum bisa masuk menyelidiki lebih dalam seluruh kepala daerah yang dilaporkan. (edi s)

Berita Terkait

Komentar

Komentar