Yang Perlu Direshuffle, Tim Ekonomi

reshuffle

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Meski belum ada konfirmasi yang tegas dari Istana, namun sinyal Presiden Joko Widodo bakal merealisasikan reshuffle kabinet kian kuat. Isu perombakan Kabinet Kerja 2014-2019 semakin ramai.

Isu panas ini juga ditangkap para pelaku pasar modal domestik. Sebagian analis menilai, Presiden Jokowi perlu merombak kabinetnya, utamanya tim ekonomi kabinet.

Selama delapan bulan pertama pemerintahan, arah kebijakan sejumlah kementerian dianggap tidak jelas. Reza Nugraha, analis MNC Securities, mencontohkan, hingga kini penyerapan anggaran pemerintah masih minim sehingga laju ekonomi melambat. “Hampir semua kementerian tak menunjukkan kinerja bagus,” tutur Nugraha, Selasa (23/6/2015).

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo mencatat bolong-bolong kabinet saat ini. Misalnya, kabinet membutuhkan Menteri Keuangan yang memiliki latar belakang makro ekonomi, serta butuh dukungan Gubernur Bank Indonesia yang lebih berwibawa.

Komunikasi Tim Ekonomi Jokowi juga buruk. Tim Ekonomi seringkali menceritakan kebijakan yang belum matang. “Sehingga pasar bingung mengantisipasi dan bikin menderita,” ucap dia.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral juga dinilai gagal menemukan strategi terkait penetapan harga BBM. Saat harga minyak mentah turun, pemerintah justru mengerek harga BBM. Kini, pemerintah kembali bimbang menaikkan harga BBM. (ril/sabar)

Berita Terkait