Yogyakarta, Lima Besar Daerah Peredaran Narkoba

Laporan: S Eka Ardhana

Ilustrasi

YOGYAKARTA, (Tubas) – Yogyakarta sekarang ini merupakan daerah yang masuk dalam lima besar daerah dengan peredaran narkoba tertinggi di Indonesia. Ke empat daerah lainnya terdiri Jakarta, Medan, Batam dan Kalimantan Timur. Jakarta berada di urutan pertama, disusul Medan, Batam, Kaltim dan Yogyakarta.

Pernyataan mengenai lima besar daerah peredaran narkoba tertinggi itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, di Yogyakarta Rabu (2/2) pekan lalu, seusai menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang pembentukan BNN DIY.
Menurut Gories Mere, empat daerah lainnya merupakan daerah yang tingkat perekonomian dan kesejahteraannya tinggi, serta peredaran uangnya banyak. Sedang Yogyakarta tingkat perekonomiannya tergolong rendah.

“Walau aktivitas perekonomiannya tergolong rendah, namun pasar narkotika terbuka lebar di sini. Hal ini dikarenakan Yogyakarta merupakan kota internasional dengan penduduk yang beragam,” jelasnya.

Diakui Gories Mere, Yogyakarta kini memang sedang diincar mafia narkoba dunia. Sindikat yang mulai melirik Yogyakarta untuk dijadikan pangsa pasarnya itu merupakan jaringan yang berasal dari wilayah Golden Triangle yakni Thailand, Laos dan Myanmar, kemudian jaringan Golden Cresscen atau bulan sabit emas yang berada di Afganistan dan kawasan Asia Tengah, serta jaringan dari Afrika Barat. Jaringan Golden Cresscen selama ini dikenal sebagai pensuplai 93 persen heroin ellegal di dunia.

Selain itu, menurut Gories Mere, jaringan internasional baru kini juga mengincar Indonesia, termasuk Yogyakarta. Jaringan internasional baru itu merupakan sindikat dari Nepal, China dan Iran. Khusus mengenai sindikat dari Iran, selama ini dikenal sebagai pensuplai narkotika sintesis, seperti sabu-sabu. “Ini yang sekarang sedang menjadi prioritas penanganan, yaitu jenis sabu-sabu. Karena sabu-sabu menjadi incaran anak-anak muda dan eksekutif muda,” tambahnya. ***

Humbanghas
Humbanghas
Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar